AKHLAK ISLAM
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah: Akhlak Tasawuf
DosenPengampu: Dr. H.
Djasadi, M.Ag

Oleh:
1)
Ida Arofa (1401016024)
2)
Lila Sahula Nurrizky (1401016033)
FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKKASI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan zaman,
terdapat suatu kontradiksi yang mencolok
antara kemajuan sektor teknologi di suatu pihak dan kemerosotan akhlak
di pihak lainya. Bukan hal aneh bila berita-berita dalam media massa seperti
koran, majalah, hampir tiap hari memuat kejadian-kejadian yang menegangkan,
baik yang terjadi dalam negri ataupun dari luar negeri. Misalnya, perampokan,
penodongan, pembunuhan, pemerkosaan, narkoba, korupsi yang merajarela.
Oleh karena itu, sangat penting
untuk memahami dan menyempurnakan akhlak orang Islam, yaitu dengan cara mempelajari
dan mengamalkan akhlak Islami.
Pembahasan akhlak Islami sangat
komperhensif, menyeluruh dan mencakup
keseluruhan aspek kehidupan. Akhlak Islami itu jauh lebih sempurna di bandingkan
etika dan moral. Jika etika dan moral hanya berbicara hubungan dengan manusia
maka akhlak Islami berbicara pula tentang cara berhubungan dengan khalik, sesama manusia dan lingkungan.
Oleh karena itu, manusia
(khususnya yang beriman kepada Allah), diminta agar akhlak dan keluhuran
perilaku Nabi Muhammad dijadikan contoh dalam kehidupan di berbagai bidang.
Sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
II. Rumusan Masalah
Dalam
makalah ini penulis akan membahas mengenai :
1.
Apa Pengertian Akhlak Islami?
2.
Apa Saja Sumber dan Ciri-ciri Akhlak Islami?
3.
Bagaimana Ruang Lingkup Akhlak Islami?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pengertian akhlak islam ialah
tingkah laku manusia yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan, ucapan dan pikiran
yang sifatnya membanngun, tidak merusak lingkungan dan tidak pula merusak
tatanan sosial budaya dan tidak pula bertentangan dengan ajaran agama Islam,
namun berlandaskan Alqur’an dan Hadis.[1]
Dengan demikian akhlak Islami adalah perbuatan
yang dilakukan dengan mudah,
disengaja, mendarah daging dan sebenarnya yang didasarkan pada ajaran
Islam. Dilihat dari segi sifatnya
yang universal, maka akhlak Islami juga bersifat
universal. Namun, dalam rangka penjabaran akhlak
Islam yang universal ini diperlukan bantuan pemikiran akal manusiadan kesempatan sosial
yang terkandung dalam ajaran etika dan
moral.[2]
Jadi akhlak Islam adalah akhlak
yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. Kedudukan
akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting secara individu
maupun sebagai anggota masyarakat. Pentingnya akhlak dalam kehidupan manusia
ini, maka Allah mengutus Muhammad untuk menyempurnakan akhlak. Nabi bersabda: sesungguhnya aku diutus untuk memperbaiki
akhlak manusia.
Di sebut dalam Al-Qur’an bahwa
Nabi memiliki akhlak yang agung. Di ayat yang lain disebut sebagai suri
tauladan yang baik.
{لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ
وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}(الأحزاب/21
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri Rasulullah itu suri tauladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap ( rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan banyak menyebut nama Allah. (Q.S. Al-Ahzab (33):21)
Sebaik-baik manusia yaitu yang
mengandung tiga unsur pokok, yaitu:
1.
Manusia sebagai makhluk Allah
2.
Manusia bertanggung jawab kepada Allah
3.
Manusia mengabdi hanya kepda Allah
Kedudukan akhlak dalam
kehidupan manusia menempati tempat penting baik sebagai individu maupun sebagai
anggota masyarakat dan bangsa. Apabila akhlak baik maka akan sejahtera lahir
batin. Akan tetapi , bila akhlaknya buruk maka buruklah lahir batinya.
B.
Sumber Akhlak Islam
Sumber akhlak islam adalah
Al-Qur’an dan Hadis. Sebgai sumber akhlak Islam Al-Qur’an dan Hadis menjelaskan
bagaimana cara berbuat baik. Atas dasar itulah keduanya menjadi landasan dan sumber ajaran Islam secara
keseluruhan sebagai pola hidup dan menetapkan mana yang baik dan yang buruk.[3]
Kita telah
mengetahui bahwa akhlak islam adalah merupakan system moral/akhlak
yang berdasarkan islam, yakni bertitik tolak dari akidah yang
diwahyukan Allah pada nabi/Rasul-Nya
yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya.
Memang
sebagaimana disebutkan terdahulu bahwa secara umum akhlak/moral terbagi atas
moral yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan dan kehidupan akhirat
dan kedua moral yang sama sekali tidak berdasarkan kepercayaan
kepada Tuhan, moral ini timbul dari sumber-sumber sekuler.
Akhlak
islam, karena merupakan system akhlak yang berdasarkan
kepercayaan kepada Tuhan, maka tentunya
sesuai pula dengan dasar daripada agama itu sendiri.Dengan demikian,
dasar/sumber pokok daripada akhlak islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits yang
merupakan sumber utama dari agama islam itu sendiri.[4]
Dasar akhlak yang dijelaskan
dalam (Q.S Al Ahzab:21) dan (Q.S Al-Qolam:4)
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ}(القلم/4)
Artinya: Dan
sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (akhlak) yang agung.
Konsep dasar akhlak Islami menurut ajaran islam adalah
sebagai berikut:
1.
Tujuan hidup setiap muslim ialah mengharamkan segala minuman dan makanan
yang di larang Agama, tunduk dan taat menjalankan syariat Allah dan
mengharapakan keridhoan-Nya.
2.
Berkeyakinan terhadap kebenaran wahyu Allah dan Sunnah .
3.
Berkeyakinan terhadap ahri pembalasan, mendorong manusia berbuat baaik dan
berusaha menjadi manusia sebaik-baiknya(akhlakul
karimah) .
4.
Berbuat baik, mencegah segala kemungkaran yang bertentangan dengan ajaran
Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.
5.
Ajaran akhlak dalam Islam meliputi segaala kehidupan manusia berasas pada
kebaikan dan bebas dari kejahatan.
Akhlak
Islami memperhatiakan secara komperhensif, mencakup berbagai makhluk ciptaan
Tuhan. Dasar akhlak Islami jauh lebih sempurna, ia mencakup hubungan dengan
manusi, hubungan dengan binatang, tumbuhan, udara, alam, dan kepada Tuhannya.[5]
C.
Ciri-ciri akhlak islam
Dalam ajaran Islam memelihara
terhadap sifat terpuji. Dan ada ciri-ciri akhlak islamiyah yaitu:
1. Kebajikan yang mutlak
Islam menjamin kebajikan
mutlak.Karena Islam telah menciptakan akhlak yang luhur.Ia menjamin kebaikan
yang murni baik untuk perorangan atau masyarakat pada setiap keadaan, dan waktu.
2. Kebaikan yang menyeluruh
Akhlak islami menjamin kebaikan
untuk seluruh manusia.Baik segala jaman, semua tempat, mudah tidak mengandung
kesulitan dan tidak mengandung perintah berat yang tidak dikerjakan oleh umat
manusia di luar kmampuannya
3. Kemantapan
Akhlak Islamiayah menjamin kebaikan
yang mutlak dan sesuai pada diri manusia.Ia bersifat tetap, langgeng dan
mantap, sebab yang menciptakan Tuhan yang bijaksana, yang selalu memliharanya
dengan kebaikan yang mutlak.
4. Kewajiban yang dipatuhi
Akhlak yang bersumber dari agama
Islam wajib ditaati manusia sebab ia mempunyai daya kekuatan yang tinggi
menguasai lahir batin dan dalam keadaan suka dan duka, juga tunduk pada
kekuasaan rohani yang dapat mendorong untuk tetap berpegang kepadanya.
5. Pengawasan yang menyeluruh
Agama islam adalah pengawas hati nurani dan akal
yang sehat.[6]
D.
Ruang Lingkup Akhlak Islam
Ruang lingkup akhlak Islami adalah sama dengan ruang lingkup ajaran
Islam itu sendiri,
khususnya yang berkaitan dengan pola hubungan.
Akhlak diniah
(agama/Islami) mencakup berbagai aspek,
dimulai dari akhlak terhadap
Allah, hingga kepada sesama
makhluk (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda
yang tak bernyawa). Berbagai bentuk dan ruang lingkup akhlak Islami
yang demikian itu dapat dipaparkan sebagai berikut.[7]
1.
Akhlak Manusia Sebagai Hamba Allah
Akhlak terhadap
Allah dapat di artikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya di lakukan
oleh manusia sebagai makhluk , kepada Allah sebagai Kholiq. 4
alasan mengapa manusia perlu berakhlak terhadap Allah, yaitu karena :
a. Allah yang telah menciptakan manusia
b. Allah yang memberikan pancaindra
c. Allah yang menyediakan berbagai
bahan dan sarana yang di perlukan bagi kelangsungan hidup manusia.
Quraish Shihab mengatakan bahwa titik tolak akhlak kepada Allah adalah
pengakuan dan kkesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Oleh sebab itu manusia
sebgai hamba Allah mempunyai cara-cara tepat untuk mendekatkan diri yaitu:
a.
Mentauhidkan Allah, seperti dalam firman Allah
{لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ
وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ}(الأنعام/163
Artinya: “Tiada
sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah
orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (Q.S. Al-An’am
(6): 163)
b.
Beribadah kepada Allah, seperti dalam firman Allah
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي
وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}(الأنعام/162).
Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya sehatku, ibadahku,
hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam” (Q.S. Al-An’am
(6): 162)
c.
Bertakwa kepada Allah, seperti dalam firman Allah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا
رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة
Artinya:”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada
Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu” (Q.S. An-Nisa’ (4):
1)ٍ
d.
Berdoa khusus kepada Allah, seperti dalm firman Allah
رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً
إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ}(الأعراف/55{ادْعُوا
Artinya : “ Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah
diri dan suara yang lembut. Sesugguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas” (Q.S. Al-A’rof (7): 55)
e.
Zikrullah, seperti dalm firman Allah
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا
اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا}(الأحزاب/41).
Artinya : “ Hai
orang-orang yang beriman, ingatlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang
sebanyak-banyak.
f.
Bertawakal, seperti dalm firman Allah
{فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ
عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ}(النمل/79).
Artinya : “ Sebab itu bertawakalah kepada Allah,
sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata”
g.
Bersabar
Sabar artinya tahan menderita dari hal-hal yang negatif
atau karena hal-hal yang positif. Ali bin Abi Thalib berkata: “ Sabar itu ada
dua, sabar atas apa-apa yang tidak egkau sukai dan kau sukai “
Sabar
juga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1.
Sabar meninggalkan larangan Agama
2.
Sabar menjalankan perintah Allah
3.
Sabar menerima ujian dan cobaan dari Allah.
h.
Bersyukur kepada Allah ( mensyukuri atas semua nikmat Allah)[9]
2.
Akhlak Muhammad kepada Allah
Dikala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan
pegangan hidupnya, lahir kedunia seorang bayi yang kelak membawa perubahan
besar bagi sejarah peradaban manusia yakni Muhammad SAW, untuk memperbaiki dan
menyempurnakan Ahlak.
Beliau tumbuh sebagai contoh keutamaan akhlak yang
encapai puncak kesempurnaan. Kemudian Allah memilihnya untuk di angkat menjadi
Nabi dana Rasul untuk menegakkan kebenaran, agar manusia berakhlak seperti
beliau.
Muhammad yang selalu berakhlak Islam selalu memohon
kepada Allah, memunajatkan doa kepa Allah untuk umatnya. Ya Allah, ampuni dosa umatku karena mereka tidak tahu. Pribadi
Muhammd SAW merupakan contoh teladan yang baik untuk segenap pemeluk Agam
Islam.
3.
Akhlak Terhadap Sesama Manusia
Islam memerintahkan pemeluknya untuk menunaikan hak-hak
pribadinya dan berlaku adil terhadap dirinya. Akhlak terhadap sesama manusia
merupakan sikap seseorang terhadap orang lain. Sikap tersebut harus
dikembangkan sebagai berikut.
a.
Menghormati perasaan orang lain.
b.
Memberi salam dan menjawab salam dengan memperlihatkan muka manis,
mencintai saudara sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri,
menyenangi kebaikan.
c.
Pandai berterima kasih.
d.
Memenuhi janji.
e.
Tidak boleh mnegejek
f.
Jangan mencari kesalahan-kesalahan ornag lain.
g.
Jangan menawar sesuatu yang sedang di tawar orang lain`
Adapun
akhlak terhadap sesama manusia dapat
diperincikan sebagai berikut:
1)
Akhlak sebagai anak.
Bahwasanya anak dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan
fitrah. Orang tua lah yang menjadikan anaknya muslim, yahudi, nasrani atau
majusi. Al Ghazali memberikan pandangan bahwa sesungguhnya seseorang itu
diciptakan Allah dapat menerima kelebihan dan kekurangannya. Al Ghazali
mengemukakan metode mendidik anak dengan memberi contoh, latihan, kebiasaan,
nasehat, dan anjuran sebagai alat pendidikan dalam rangka membina kepribadian
anak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Terhadap anak membentuk akhlakul karimah tidak langsung jadi. Maka dari itu anak-anak
haruslah dibiasakan secara terus menerus dan mengajari akhlakul karimah sebagai berikut.
a.
Melarang berbuat syirik
b.
Membiasakan berbakti kepada orang tua
c.
Mengajak anak mendirikan shalat, beramar
ma’ruf nahi munkar dan sabar
d.
Melarang berlaku sombong, angkuh dan membanggakan diri
e.
Sopan santun dalam berjalan dan berbicara
Jadi, pembinaan pribadi anak menuju akhlakul karimah adalah dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan
yang dipadukan sehingga terwujudlah sikap mental anak dan kepribadian yang
sesuai dengan ajaran agama.
2)
Akhlak kepada Ayah, Ibu, dan Orang Tua
Sebagai seorang anak, wajib berbakti kepada orang tua,
setelah takwa kepada Allah. Karena itu, anak wajib menghormati, menjunjung
tinggi titahnya, mencintai mereka dengan ikhlas, berbuat baik kepada mereka,
lebih-lebih bila usia mereka telah lanjut. Jangan sekali-kali melaknati orang
tua sendiri, kecuali dia anak durhaka. Maka dari itu, dalam pertengkaran mulut
janganlah sekali-kali membawa nama orang tua, ini suatu pantangan besar, sebab
berakibat telah mengutuki orang tua sendiri, sekalipun sebenarnya yang
mengutuki itu orang lain tetapi akibat tindakannya, berarti dia sendiri yang
mengutuki orang tuanya sendiri. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada umat
manusia untuk bertindak sopan terhadap keduanya:
1.
Menaati keduanya dalam segala perintah dan larangan
2.
Berkata lembut dan mulia kepada Ibu dan Bapak
3.
Berkata sopan dan santun dengan merendahkan diri terhadap ibu dan bapak
4.
Harus didahulukan panggilan ibu dan bapak
3)
Akhlak terhadap Saudara
Dalam pandangan Islam, berbuat santun terhadap saudara
harus sama sebagai mana santun kepada orang tua dan anak. Misalnya seorang adik
harus sopan kepada kakaknya.
Akhlak
yang perlu dilakukan terhadap saudara adalah sebagai berikut:
1.
Adil terhadap saudara
2.
Mencintai saudara
3.
Jangan su-uzhan
4)
Akhlak terhadap tetangga
Kedudukan tetangga jauh lebih besar dan utama jika
dibandingkan sanak famili yang jauh tempat tinggalnya. Karena tetanggalah yang
pertama menolong, bila dalam keadaan kesulitan.
Jangan pernah merasa iri bila tetangga mendapat kemujaran
dan jangan biarkan ia tanpa pertolongan dikala bencana menimpanya atau
melandanya. Lupakan kesalahanya, maafkan dosa-dosanya, perlakukan ia dengan
sabar bila ia menggangu atau menyakiti hati. Rosulullah:
“ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia
memuiakan (menghormati) tetanngga .( H.R Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam ajaran
Islam cara ber-akhlakul karimah terhadap tetangga
diantaranya sebagai berikut :
·
Dilarang menyakiti hati tetangga, baik dengan ucapan atau perbuatan.
·
Berbuat baik kepada tetangga.
·
Menolongnya jika memihon pertolongan.
·
Menengok jika sakit.
·
Mengucapakn selamat jika mendapatkan kebahagiaan
·
Saling memberi, walau hanaya sedikit.
5)
Akhlak kepada lingkungan masyarakat
Akhlakul karimah yang
diajarkan dalam Islam terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai
khalifah.
Lingkungn
yang paling dekat adalah tetangga, lingkungan sekolah, lingkungan tempat kerja,
lingkunagan organisasi dan jamaah. Lingkungan jauh dan luas adalah lingkungan
masyarakat. Dalam pergaulan masyarakat ditentukan tata cara bermasyarakat agar
tidak terjadi salah pengertian sehingga timbul hak dan kewajiban. Ada beberapa
hak dan kewajiban yang wajib dilakukan, yaitu:
·
Menunjukkan wajahnya yang jernih dan hati yang suci terhadap mereka.
·
Tidak menyakiti baik dengan lisan maupun dengan perbuatan.
·
Menghormati dan tegang rasa terhadap mereka.
·
Memberi pertolongan apabila mereka membutuhkan.
Akhlakul karimah
berdasarkan kaidah islam dalam pergaulan masyarakat landasannya adalah sebagai
berikut:
·
Berbahasa baik dan benar.
·
Mengucapkan saalam.
·
Wajib memperhatikan tata cara makan dan minum.
·
Menyesuikan diri dimajlis pertemuan.
·
Wajib meminta izin masuk baik di rumah orang atau di lainya.
·
Berkelakuan dengan sopan.
·
Menjenguk orang sakit
·
Bertakziah menyelenggarakan jenazah
Untuk
meningkatkan hubungan baik terhadap lingkungan masyarakat tempat kita tinggal,
yang wajib dilaksanakan sebagai anggota masyarakat adalah sebagai berikut:
a.
Ukhuwah dan persaudaraan
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ}(الحجرات/10).
Artinya : sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu
damaikanlah antatra kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah semoga kamu
mendapat rahmat.
b.
Tolong -menolong.
{
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ
وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ}(المائدة/2).
Artinya : Dan tolong mrnolonglah kamu
dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam kejelekan......(Q.S Al-Maidah:
2)
c.
Musyawarah
4.
Akhlak Sebagai Pemimpin
Akhlak pemimpin yang baik
adalah
1.
Shiddiq
2.
Amanah
3.
Tabligh
4.
Fathanah
Menurut konsep
akhlakul karimah, prinsipnya setiap
umat perlu menghiasi diri dengan akhlak yang baik dan menjauhi dari akhak yang akhlaqul madzmumah. Maka dari itu pemimpin harus mepunyai
sifat-sifat kepemimpinan sebagai berikut:
ü Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ü Setia pada Pancasila dan Revolusi
ü Berwibawa, jujur, cakap, ahli dalam bidangnya, adil,
mendapat dukungan dari rakyat.
5.
Akhlak kepada Alam Sekitarnya.
Ada kewajiban
manusia untuk berakhlak kepada alam sekitarnya. Ini di dasarkan kepada hal-hal
berikut:
v Bahwa manusia hidup dan mati berada di alam.
v Bahwa alam merupakan salah satu hal pokok yang di
bicarakan dalam Al-Qur’an.
v Bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk menjaga
pelestarian alam yang bersifat umum dan yang khusus.
v Bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk
memanfaatkan alam yang sebesar-besarnya
v Manusia berkewajiban mewujudkan kemakmuran dan
kebahagiaan di muka bumi.
Untuk itu
manusia harus menjaga keharmonisan hubungannya dengan alam dan makhlik
sekitarnya, yaitu dengan cara berakhlak yang baik kepadanya. Al-Qur’an
menjelaskan
{مَا
قَطَعْتُمْ مِنْ لِينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَى أُصُولِهَا
فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ}(الحشر/5).
Artinya : Apa saja yang kamu tebang dari pohon kami (milik ora g-orang kafir)atau
yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri diatas pokoknya, maka (semua itu) adalah
dengan izin Allah.[10]
KESIMPULAN
Ajaran Islam
yang paling mendasar adalah keluhuran akhlak. Sifat ini banyak menentukan
karakter seseorang, khususnya dalam
pergaulan kemasyarakatan. Seeorang yang berahlak rendah, ia dibenci dan di
asingkan dari masyarakat. Sebaliknya, ia dihargai, dihormati, disegani, bahkan
menjadi panutan masyarakat apabila ia berakhlak mulia.
Keberadaan dan
kehancuran suatu umat di tentukan oleh akhlak itu sendiri. Seperti apa yang
dikatakan seorang penyairkenamaan Syauqi Bay dari Mesir “ suatu umat akan abadi dan jaya, bila akhlak masih ada pada padanya.
Umat itu akan hancur, binasa bila akhlakul karimah tidak ada”.
Lebih
ditegaskan Rosulullah SAW “ Sebaik-baik
diantaramu, yaitu lebih baik akhlaknya “(H.R Asy-Syaikhan)..
Akhlak islam
dalam jiwa manusia dapat diwujudkan dalam suasana mawadah, rahmah, dan ukhuwah
islamiyah. Oleh karena itu , ukuran dan barometer kehidupan manusia
sehari-hari adalah akhlakul karimah.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Abdullah, Yatimin, Studi Akhlak dalam
Prespektif Al-Qur’an, Jakarta: Amzah, 2007.
2.
Nata, Abuddin, Akhlak Tasawuf,
Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
3. http://indah-sinar-farikha-art.blogspot.com/2013/11/makalah-akhlak-islami.html ( diakses 28 Maret 2015 21.30 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar