HUBUNGAN
BIMBINGAN KONSELING AGAMA DENGAN DAKWAH,
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN BIMBINGAN KONSELIG AGAMA DENGAN DAKWAH
MAKALAH
Di Susun Guna Memenuhi
Tugas
Mata Kuliah: Bimbingan
Konseling Agama
Dosen Pengampu: Drs. Maryatul Qibtiyah M.Pd
Disusun Oleh:
Ida Arofa (1401016024)
BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITASISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Bimbingan dan konseling atau “guidance and counseling” merupakan
salah satu program pendidikan yang diarahkan kepada usaha pembaharuan
pendidikan nasional. Jika dilihat arti dan tujuan bimbingan dan konseling
secara mendalam, maka jelas urgensi bimbingan dan konseling sangat besar bagi
usaha pemantapan arah dalam berbagai bidang yang menyangkut ilmu pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap mental dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
Seperti dalam dakwah, pendekatan psikologis perlu dilakukan agar mad’u
dapat menerima materi dakwah sesuai dengan tingkat kemampuannya serta keadaan
psikis seseorang. Untuk itu perlu diatur pengelolaan kelompok pengajian
berdasarkan atas kemampuan berfikir mereka. Dan apabila guidance and
counseling agama dilaksanakan maka sasaranya sudah tentu pemberian kecerahan
batin sesui dengan jiwa ajaran agama. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa
bimbingan dan konseling terlebih dalam bidang agama keberadaanya sangat
diperlukan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu kajian bimbingan konseling
menjadi sangat penting terutama kaitanya dalam dakwah. Dalam melaksanakan tugas
dakwah, seorang Da’i dihadapkan pada kenyataan bahwa individu-individu yang
akan didakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal, seperti pikiran-pikiran
(ide-ide), pengalaman, kepribadian, dll. Karena itulah untuk mengefektifkan
usaha dakwah seorang Da’i dituntut untuk memahami Mad’u yang akan dihadapi.
Maka dalam makalah ini akan membahas hubungan bimbingan konseling agama dengan
dakwah.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Jelaskan Pengertian Bimbingan Konseling Agama dan Fungsinya?
2.
Jelasakan Pengertian Dakwah dan Fungsinya?
3.
Bagaimana Hubungan Bimbingan Konseling Agama dengan Dakwah?
4.
Bagaimana Persamaan dan Perbedaan Bimbingan Konseling Agama dengan
Dakwah?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Bimbingan Konseling Agama
Pengertian Bimbingan
Bimbingan dan
konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan “counseling” dalam bahasa Inggris.
Secara harfiah istilah “guidance” dari akar kata “guide” berarti:
mengarahkan (todirect), memandu (to pilot), mengelola (to
manage) dan menyetir (to steer).
Shertzer dan Stone
(1971:40) mengartikan bimbingan sebagai “… proess of helping an individual
to understand himself and his world (proses pemberian bantuan kepada
individi agar mampu memahami diri dan lingkugannya)”.[1]
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat
pilihan-pilihan dan penyesuain yang bijaksana. Bantuan itu atas dasar prinsip
demokrasi yang merupakan tugas dan hak setiap individu untuk memilih jalan
hidupnya sendiri sejauh tidak mencapai hak orang lain, kemampuan membuat
pilihan seperti ini tidak diwarisi, tetapi harus dikembangkan. (Jones,
Staffire & Steawart, 1970)[2]
Pengertian Konseling
Sedangkan konseling
menurut Robinson (M. Surya Dan Rachman N 1986:25) mengatakan konseling adalah “
semua bentuk hubungan antara dua orang,
dimana yang seorang, yaitu klien dibantu untuk lebih mampu menyesuikan diri
secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya” Menurut Prayitno dan Erman Amti, istilah konseling
dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui
wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang
mengalami masalah (klien), yang berujung pada teratasinya masalah yang dihadapi
klien tersebut.
Menurut Burks dan
Stefflre (1979), konseling merupakan hubungan profesional antara konselor
terlatih dan konseli. Hubungan ini
biasanya bersifat individu ke individu, walaupun kadang melibatkan lebih dari
satu orang. Konseling didesain untuk
menolong konseli untuk memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap
kehidupan, dan untuk mencapai tujuan penentuan diri.[3] Tentang
arti perbedaan dan konseling dapat dijelaskan sebagai berikut:
·
Pendapat pertama menganggap bahwa konseling merupakan bagian
dari bimbingan yakni tehnis bimbingan
·
Pendapat kedua mengatakan bahwa perbedaan bimbingan dan
konseling terletak pada pusat perhatianya. Jika bimbingan memusatkan
perhatianya pada pencegahan masalah yang dihadapi individu maka konseling
memusatkan perhatianya pada penyebuhan individu dari problem psikologi yang sedang
dideritanya`
Pengertian Bimbingan Konseling Agama
Dalam masyarakat Islam telah pula dikenal prinsip-prinsip guidance
and counseling yang bersumber dari firman Allah SWT dan hadis Nabi saw.
Diantara dasar-dasar bimbingan dan konseling dalam agama dalam Al-Qur`an dan
hadis adalah sebagai berikut.
وَنُنَزِّلُ مِنْ الْقُرْآنِ مَا هُوَ
شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلاَّ
خَسَارًا}(الإسراء/82
Artinya: Dan kami
turunkan Al-Qur’an sesuatu yang dapat menjadi obat penawar dan rahmat karunia
bagi orang yang beriman dan Al-Quran itu bagi orang-orang zalim hanya menambah
kerugian belaka (QS. Al-Isra’ [17]: 82)
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ
بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ
بِالْمُهْتَدِينَ}(النحل/125
Artinya: “Serulah
manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Dialah Tuhanmu yang mengetahui
mana yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang menegtahui mana yang mendapat
petunjuk.
Dan QS At-Tahrim [66]: 6
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka. [4]
Sabda Rasulullah SAW “agama adalah nasihat”
Pengertian yang esensial ialah bahwa dengan melalui kegiatan
konseling atau penasehatan, agama dapat berkembang dalam diri manusia. Hal ini
sejalan dengan sabda Nabi SAW “sampaikanlah walau satu ayat”
Menurut Drs. H.M. Arifin, M.Ed. bimbingan dan penyuluhan agama
adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan
bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan rohaniyah dalam
lingkungan hidupnya agar orang tersebut mampu mengatasinya sendiri karena
timbul penyerahan diri terhadap kekuasaan
Tuhan Yang Maha Esa, sehingga timbul pada diri pribadinya suatu cahaya
harapan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.[5]
Latipun menjelaskan bahwa banyak
konselor yang menggunakan agama sebagai instrument dan tujuan dalam
penyelesaian kasus klien. Konselor perlu menyadari bahwa peranya berbeda dengan
petugas keagamaan yang berkewajiban menyampaikan keyakinan dan nilai-nilai keagamaanya
kepada pihak lain dengan memepengaruhinya. Dengan demikian artinya konselor
tidak melakukan usaha mempengaruhi keyakinan klien, tetapi lebih menekankan
bagaimana membantu klien mengemukakan pendapat, pandangan, nilai dan keyakinan
agamanya untuk mencar jalan. Keluar atas permasalahnya. Disinilah akan terlihat
bahwa agama dijadikan sumber acuan dalam menyelesaikan problem penganutnya.
Jadi bimbingan dan konseling agama merupakan bantuan dari konselor untuk
membantu klien membangkitkan ajaran agamanya untuk menyelesaikan segala
problematika hidup yang dihadapi dengan cara-cara yang dibenarkan menurut agama
dan keyakinannya. Berdasarkan pengertian diatas dapat diamati bahwa bimbingan
dan konseling agama memiliki bidang garapan yang luas seluas dengan banyaknya
problematika yang dihadapi manuisa. dari
rumusan diatas tampak, bahwa konseling Islami adalah aktifitas yang bersifat “membantu” dikatan membantu karena pada
hakikatnya individulah yang perlu hidup sesuia tuntunan Allah (jalan yang
lurus), Al-Qur`an dan sunah Rasul-Nya agar selamat dunia dan akhirat.
Fungsi Bimbingan dan Konseling Islam
Dengan memperhatikan tujuan umum dan khus bimbingan
dan konseling islam dapat dirumuskan nfungsi dari bimbingan dan konseling islam
itu sebagai berikut:
1. Fungsi
Preventif; yakni membantu individu menjaga atau mencegah timbulnya masalah bagi
dirinya.
2. Fungsi
kuratif atau korektif; yakni membantu individu memecahkan masalah yang sedang
dihadapi atau dialami.
3. Fungsi
preservatif; yakni membantu individu menjaga agar situasi dan kondisi yang
semula tidak baik menjadi baik dan kebaikan itu bertahan lama.
4. Fungsi
developmental atau pengembangan; yakni membantu individu memlihara dan
mengembangkan situasi dan kondisi yang telah baik agar tetap baik atau menjadi
lebih baik sehingga tidak memungkinkannya menjadi sebab munculnya masalah
baginya.[6]
Tahap- tahap bimbingan konseling Islam
a. Meyakinkan individu tentang hal-hal berikut
(sesuai kebutuhan) seperi, posisi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, status
manusia yang harus tunduk kepada Allah yang harus selalu tunduk dan patuh
kepadaNya dan semua yang berkaitan dengan masalah Agama. Tugas konselor
hanyalah memabantu, individu sendiri yang harus berupaya sekuat tenaga dan
kemampuanya untuk hidup sesuai dengan tuntunan agama.
b. Mendorong dan memabnatu individu memahami dan
mengamalkan ajaran agama secara benar.
c. Mendorong dan memabnatu individu memahami dan
mengamalkan iman, islam, dan ikhsan.[7]
B. Pengertian
dakwah
Secara
harfiah dakwah diartikan ajakan, panggilan, seruan, dan permohonan. Sehingga
dakwah sering kali diartikan sebagai ajakan, panggilan, atau seruan yang
dilakukan seseorang kepada orang lain. Menurut Drs. Hamzah Yaqub dalam bukunya “publistik Islami”
memberikan pengertian dakwah dalam Islam ialah mengajak umat mengajak umat
manusia dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan
Rasul-Nya. Dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 disebutkan bahwa dakwah
adalah mengajak umat manusia kejalan Allah dengan cara yang bijaksana, nasehat
yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula. Atas dasar inilah keberadaan aktivitas bimbingan dan
konseling sangat mungkin diintegrasikan dengan aktivitas dakwah Islam, karena
secara persamaan tujuan dan manfaat bisa dikatakan ada keterkaitan. Sedangkan
dalam aplikasi dan metode yang sedikit berbeda, namun semua itu tidak lepas
dari tujuan untuk kebaikan dan membantu manusia.[8]
Fungsi Dakwah
Dakwah memiliki beberapa fungsi, diantaranya:
1.
Untuk memberi penjelasan tentang upaya mentransformasikan
nilai-nilai kebenaran dan memberi penjelasan mengenai ajaran islam.
2.
Memberi penjelasan tentang upaya transformasi iman ke dalam amal
shaleh jama’ah.
3.
Memberi penjelasan tentang upaya membangun dan mengembalikan
manusia pada fitrahnya, meluruskan tujuan hidup manusia dan menegakkan fungsi
khilafah manusia menurut Al-Qur’an dan Hadits.
C.
Hubungan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dengan Dakwah
Bimbingan dan Penyuluhan atau yang lazim
disebut Bp pada mulanya lebih banyak digunakan dalam dunia pendidikan yakni
ilmu bantu yang diperlukan untuk membantu siswa mengalami kesulitan belajar
yang disebabkan karena faktor gangguan jiwa. Dilingkungan Fakultas Agama Islam
terutama pada jurusan-jurusan rumpunan Ilmu Dakwah. Bimbingan dan Penyuluhan
Konseling Agama merupakan ilmu bantu dakwah. Ia bisa berdiri dideretan Ilmu
Dakwah yakni ilmu yang membicarakan tentang bagaimana berdakwah dikalaangan
mad’u yang bermasalah yaitu orang yang mengidap gangguan kejiwaan. Bentuk
dakwah dalam pengertian ini obyeknya adalah orang per orang, bukan audien
massa. Disis lain Bimbingan dan Penyuluhan Agama juga bisa berdiri di deretan
ilmu jiwa terapan yakni Psikologi Dakwah.
Jika Ilmu Dakwah berbicara tentang
komponen-komponen dakwah, Psikologi Dakwah bertugas menyingkaap suasana batin
dari perilaku manusia yang terlibat dalam proses dakwah agar da’I dapat
menguraikan, meramalkan dan mengendalikan perilaku mad’u secara umum yang
dengan itu dakwahnya menjadi efektif maka Bimbingan dan Konseling Agama
diperlukan untuk berdakwah kepada orang-orang yang sedang mengalami problem
kejiwaan yakni membantu mereka agar dapat kembali menemukan dirinya dan dengan
potensi getaran imanya dapt mengatasi kesulitan uang sedang dihadapi.
Dengan bantuan ilmu Bimbingan dan
Konseling Agama para kyai guru agama dan da’I dimungkinkan untuk bekerja secara
profesional dan tidak menutup kemungkinan memperkaya khazanah keilmuan dan
melahirkan teori-teori baru dalam bidang Bimbingan dan Konseling.
Bimbingan
dan Konseling Islam; Sebagai disiplin ilmu yang membentuk kompetensi utama di
jurusan BKI dengan ciri khas konseling religius. Dalam bingkai ilmu ini dengan
metodologi penalaran istinbath, istiqra dan iqtibas didapat dasar-dasar teori
BKI dari sumber pokok (al-Qur’an dan al-Sunnah), teori-teori bantu dari
bimbingan dan konseling umum yang telah berkembang dan berbagai hasil riset
sejauh tidak bertentangan dan sumber pokok.
Memodifikasi
di sana-sini dengan sedikit disesusaikan (kalau tidak ditambahkan) ilmu-ilmu keislaman, diberi
legitimasi ayat-ayat al-Qur’an dan al-Sunnah dengan dasar teori dari bimbingan
dan konseling umum yang telah ada.
Bimbingan
dan konseling agama dapat di rumuskan sebagai usaha memberikan bantuan kepada
seseorang atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir batin
dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya dengan menggunakan pendekatan agama
yakni dengan membangkitkan kekuatan getaran batin (iman) didalam dirinya untuk
mendorongnya mengatasi masalah yang dihadapinya. Sedangkan Ilmu Dakwah adalah
kumpulan pengetahuan yang membahas masalah dan segala hal yang timbul atau
mengemuka dalam interaksi antar unsur dari sistem dakwah agar diperoleh
pengetahuan yang tepat dan benar mengenai kenyataan dakwah.
Hubungan
dari kedua disiplin ilmu tersebut yaitu Bimbingan dan Penyuluhan Konseling
Agama merupakan ilmu bantu dakwah. Dan juga Bimbingan dan Konseling Agama
diperlukan untuk berdakwah kepada orang-orang yang sedang mengalami problem
kejiwaan yakni membantu mereka agar dapat kembali menemukan dirinya dan dengan
potensi getaran imanya dapt mengatasi kesulitan uang sedang dihadapi.
Dengan
bantuan ilmu Bimbingan dan Konseling Agama para kyai guru agama dan da’I
dimungkinkan untuk bekerja secara profesionbal dan tidak menutup kemungkinan
memperkaya khazanah keilmuan dan melahirkan teori-teori baru dalam bidang
Bimbingan dan Konseling.
D. Persamaan dan Perdaan Bimbingan Konseling
Agama dengan Dakwaah
1. Sama-sama ilmu sosial, yang dihadapi manusia
dengan segala perilaku dan permasalahanya menggunakan pendekatan psikologi.
2. Sama-sama membahas karakteristik pelaku yang
terlibat dalam proses konseling dakwah.
Kritria Konselor Islami:
a.
Konselor Islami hendaklah orang yang menguasai materi khususnya
dalam masalah keilmuan agama Islam, sehingga pengetahuanya mencukupi dalam
hal-hal yang berkaitan dengan agama.
b.
Konselor Islami hendaklah orang yang mengamalkan nilai-nilai agama
Islam dengan baik dan konsekuen, tercemin melalui keimanan, ketakwaan, dan
pengamalan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari
c.
Konselor Islami sedapat mungkin mampu mentransfer kaidah-kaidah
agama Islam secara garis besar yang relavan dengan masalah yang dihadapi klien.
d.
Konselor Islami hendaknya hendaknya menguasi metode dan strategi
yang tepat dalam menyapaikan bimbingan dan konseling kepada klien, sehingga
konselin dengan tulus akan menerima nasiihat konselor.
e.
Konselor Islam memiliki prbadi yang terpuji sebagai teladan dalam
perilaku baik di tempatnya bekerja
maupun diluar tempat bekerja. Yaitu uswathun khasanah yang mampu
menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.
f.
Konselor Islami hendaknya menguasai bidang psikologi secara
integral, sehingga dalam tugasnya melaksanakan bimbingan dan konseling akan
dengan mudah menyampaikan nasihat dengan pendekatan psikologi.[9]
3.
Sama-sama menggunakan Al-Qur’an dan Hadis sebagai patokan dan
pedoman dalam pelaksanaanya. Salah satunya yaitu surat An-Nahl ayat 125.
4.
Perbedaanya terletak pada materinya.
Materi bimbingan konseling muncul ketika proses konseling. Dimana
klien terleebih dahulu menceritakan permasalahnya kepada konselor, kemudia
dicari solusi untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut. Diantaranya yaitu:
a.
Bimbingan dan konseling bidang karier dan pekerjaan dalam Islam
b.
Bimbingan dan konseling Islami bagi pelaku menyimpang
c.
Bimbingan dan konseling bagi kenakalan remaja
Sedangkan materi dakwah sudah dipersiapkan
terlibih dahulu oleh pelaku dakwah atau pelaku konseling seperti:
a. Masalah aqidah
b. Masalah Syariah
c.
Masalah budi pekeri/ akhlak
Konselor harus melalui pendidikan khusus, lisensi, sertifikasi, sim,
memiliki pengetahuan, ketrampilan, pemahaman tentang konseling agama Islam.
Sedangkan da’i siapa saja bisa berdakwah menyeru kepada amarma’ruf nahi
mungkar.
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Bimbingan dan
konseling agama merupakan bantuan dari konselor untuk membantu klien
membangkitkan ajaran agamanya untuk menyelesaikan segala problematika hidup
yang dihadapi dengan cara-cara yang dibenarkan menurut agama dan keyakinannya.
Berdasarkan pengertian diatas dapat diamati bahwa bimbingan dan konseling agama
memiliki bidang garapan yang luas seluas dengan banyaknya problematika yang
dihadapi manuisa. dari rumusan diatas
tampak, bahwa konseling Islami adalah aktifitas yang bersifat “membantu” dikatan membantu karena pada
hakikatnya individulah yang perlu hidup sesuia tuntunan Allah (jalan yang
lurus), Al-Qur`an dan sunah Rasul-Nya agar selamat dunia dan akhirat.
Hubungan dari kedua disiplin ilmu tersebut yaitu Bimbingan dan
Penyuluhan Konseling Agama merupakan ilmu bantu dakwah. Dan juga Bimbingan dan
Konseling Agama diperlukan untuk berdakwah kepada orang-orang yang sedang
mengalami problem kejiwaan yakni membantu mereka agar dapat kembali menemukan
dirinya dan dengan potensi getaran imanya dapt mengatasi kesulitan uang sedang
dihadapi.
Dengan bantuan ilmu Bimbingan dan Konseling Agama para kyai guru
agama dan da’I dimungkinkan untuk bekerja secara profesionbal dan tidak menutup
kemungkinan memperkaya khazanah keilmuan dan melahirkan teori-teori baru dalam
bidang Bimbingan dan Konseling.
B.
KRITIK DAN SARAN
Demikianlah makalah yang dapat kami paparkan. Kami menyadari dalam
penulisan makalah ini masih membutuhkan penyempurnaan. Maka dari itu kritik dan
saran kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan kami semoga
makalah ini bisa memberikan banyak manfaat bagi pembaca dan pemakalah
khususnya.
DAFATAR
PUSTAKA
Amin, Samsul munir. 2010. Bimbingan dan
Konseling Islam. Jakarta: Amzah
Yusuf, Syamsul dan Juntika Nurihsan. 2010. Landasan Bimbingan dan
Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offest
Sutoyo, Anwar. 2013. Bimbingan Konseling Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Prayitno, Erman Amti. 1999. Dasar-Dasar
Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT Rineka Cipta
Syukri, Asmuni. 1983. Dasar-Dasar Strategi
Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlash
http://ahmadhatimi.blogspot.co.id/2013_06_01_archive.html?m=1 (tanggal 14 maret 2016, pikul 07:16 WIB)
[1] Syamsul Yusuf dan Juntika
Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offest,2010, hal.5-6
[3] Prayitno,
Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling,
Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999, hal.90
[4]
Al-Qur’an Digital
[6] Ema
Hidayat, Optimalisasi BKI bagi PMKS (Semarang: 2013), hal 11-18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar