Kamis, 24 November 2016

makalah bimbingan konseling agama



HUBUNGAN BIMBINGAN KONSELING AGAMA DENGAN DAKWAH,  PERSAMAAN DAN PERBEDAAN BIMBINGAN KONSELIG AGAMA DENGAN DAKWAH



MAKALAH
Di Susun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Bimbingan Konseling Agama
Dosen Pengampu: Drs. Maryatul Qibtiyah M.Pd

Disusun Oleh:
Ida Arofa        (1401016024)


BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
 UNIVERSITASISLAM NEGERI WALISONGO
 SEMARANG 
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Bimbingan dan konseling atau “guidance and counseling” merupakan salah satu program pendidikan yang diarahkan kepada usaha pembaharuan pendidikan nasional. Jika dilihat arti dan tujuan bimbingan dan konseling secara mendalam, maka jelas urgensi bimbingan dan konseling sangat besar bagi usaha pemantapan arah dalam berbagai bidang yang menyangkut ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap mental dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan
Seperti dalam dakwah, pendekatan psikologis perlu dilakukan agar mad’u dapat menerima materi dakwah sesuai dengan tingkat kemampuannya serta keadaan psikis seseorang. Untuk itu perlu diatur pengelolaan kelompok pengajian berdasarkan atas kemampuan berfikir mereka. Dan apabila guidance and counseling agama dilaksanakan maka sasaranya sudah tentu pemberian kecerahan batin sesui dengan jiwa ajaran agama. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling terlebih dalam bidang agama keberadaanya sangat diperlukan oleh masyarakat luas. Oleh karena itu kajian bimbingan konseling menjadi sangat penting terutama kaitanya dalam dakwah. Dalam melaksanakan tugas dakwah, seorang Da’i dihadapkan pada kenyataan bahwa individu-individu yang akan didakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal, seperti pikiran-pikiran (ide-ide), pengalaman, kepribadian, dll. Karena itulah untuk mengefektifkan usaha dakwah seorang Da’i dituntut untuk memahami Mad’u yang akan dihadapi. Maka dalam makalah ini akan membahas hubungan bimbingan konseling agama dengan dakwah.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan Pengertian Bimbingan Konseling Agama dan Fungsinya?
2.      Jelasakan Pengertian Dakwah dan Fungsinya?
3.      Bagaimana Hubungan Bimbingan Konseling Agama dengan Dakwah?
4.      Bagaimana Persamaan dan Perbedaan Bimbingan Konseling Agama dengan Dakwah?




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bimbingan Konseling Agama
Pengertian Bimbingan
Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari “guidance”  dan “counseling” dalam bahasa Inggris. Secara harfiah istilah “guidance” dari akar kata “guide” berarti: mengarahkan (todirect), memandu (to pilot), mengelola (to manage) dan menyetir (to steer).
Shertzer dan Stone (1971:40) mengartikan bimbingan sebagai “… proess of helping an individual to understand himself and his world (proses pemberian bantuan kepada individi agar mampu memahami diri dan lingkugannya).[1] Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuain yang bijaksana. Bantuan itu atas dasar prinsip demokrasi yang merupakan tugas dan hak setiap individu untuk memilih jalan hidupnya sendiri sejauh tidak mencapai hak orang lain, kemampuan membuat pilihan seperti ini tidak diwarisi, tetapi harus dikembangkan. (Jones, Staffire & Steawart, 1970)[2]
Pengertian Konseling
Sedangkan konseling menurut Robinson (M. Surya Dan Rachman N 1986:25) mengatakan konseling adalah “ semua  bentuk hubungan antara dua orang, dimana yang seorang, yaitu klien dibantu untuk lebih mampu menyesuikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya” Menurut Prayitno dan Erman Amti, istilah konseling dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (klien), yang berujung pada teratasinya masalah yang dihadapi klien tersebut.
Menurut Burks dan Stefflre (1979), konseling merupakan hubungan profesional antara konselor terlatih dan konseli.  Hubungan ini biasanya bersifat individu ke individu, walaupun kadang melibatkan lebih dari satu orang.  Konseling didesain untuk menolong konseli untuk memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap kehidupan, dan untuk mencapai tujuan penentuan diri.[3] Tentang arti perbedaan dan konseling dapat dijelaskan sebagai berikut:
·         Pendapat pertama menganggap bahwa konseling merupakan bagian dari bimbingan yakni tehnis bimbingan
·         Pendapat kedua mengatakan bahwa perbedaan bimbingan dan konseling terletak pada pusat perhatianya. Jika bimbingan memusatkan perhatianya pada pencegahan masalah yang dihadapi individu maka konseling memusatkan perhatianya pada penyebuhan individu dari problem psikologi yang sedang dideritanya`
Pengertian Bimbingan Konseling Agama
Dalam masyarakat Islam telah pula dikenal prinsip-prinsip guidance and counseling yang bersumber dari firman Allah SWT dan hadis Nabi saw. Diantara dasar-dasar bimbingan dan konseling dalam agama dalam Al-Qur`an dan hadis adalah sebagai berikut.
وَنُنَزِّلُ مِنْ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلاَّ خَسَارًا}(الإسراء/82
Artinya:  Dan kami turunkan Al-Qur’an sesuatu yang dapat menjadi obat penawar dan rahmat karunia bagi orang yang beriman dan Al-Quran itu bagi orang-orang zalim hanya menambah kerugian belaka (QS. Al-Isra’ [17]: 82)
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ}(النحل/125
Artinya: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Dialah Tuhanmu yang mengetahui mana yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang menegtahui mana yang mendapat petunjuk.
Dan QS At-Tahrim [66]: 6                                                                                      
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. [4]
Sabda Rasulullah SAW “agama adalah nasihat
Pengertian yang esensial ialah bahwa dengan melalui kegiatan konseling atau penasehatan, agama dapat berkembang dalam diri manusia. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW “sampaikanlah walau satu ayat”
Menurut Drs. H.M. Arifin, M.Ed. bimbingan dan penyuluhan agama adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan rohaniyah dalam lingkungan hidupnya agar orang tersebut mampu mengatasinya sendiri karena timbul penyerahan diri terhadap kekuasaan  Tuhan Yang Maha Esa, sehingga timbul pada diri pribadinya suatu cahaya harapan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.[5]
 Latipun menjelaskan bahwa banyak konselor yang menggunakan agama sebagai instrument dan tujuan dalam penyelesaian kasus klien. Konselor perlu menyadari bahwa peranya berbeda dengan petugas keagamaan yang berkewajiban menyampaikan keyakinan dan nilai-nilai keagamaanya kepada pihak lain dengan memepengaruhinya. Dengan demikian artinya konselor tidak melakukan usaha mempengaruhi keyakinan klien, tetapi lebih menekankan bagaimana membantu klien mengemukakan pendapat, pandangan, nilai dan keyakinan agamanya untuk mencar jalan. Keluar atas permasalahnya. Disinilah akan terlihat bahwa agama dijadikan sumber acuan dalam menyelesaikan problem penganutnya.
Jadi bimbingan dan konseling agama merupakan bantuan dari konselor untuk membantu klien membangkitkan ajaran agamanya untuk menyelesaikan segala problematika hidup yang dihadapi dengan cara-cara yang dibenarkan menurut agama dan keyakinannya. Berdasarkan pengertian diatas dapat diamati bahwa bimbingan dan konseling agama memiliki bidang garapan yang luas seluas dengan banyaknya problematika yang dihadapi manuisa.  dari rumusan diatas tampak, bahwa konseling Islami adalah aktifitas yang bersifat “membantu” dikatan membantu karena pada hakikatnya individulah yang perlu hidup sesuia tuntunan Allah (jalan yang lurus), Al-Qur`an dan sunah Rasul-Nya agar selamat dunia dan akhirat.
Fungsi Bimbingan dan Konseling Islam
Dengan memperhatikan tujuan umum dan khus bimbingan dan konseling islam dapat dirumuskan nfungsi dari bimbingan dan konseling islam itu sebagai berikut:
1.        Fungsi Preventif; yakni membantu individu menjaga atau mencegah timbulnya masalah bagi dirinya.
2.        Fungsi kuratif atau korektif; yakni membantu individu memecahkan masalah yang sedang dihadapi atau dialami.
3.        Fungsi preservatif; yakni membantu individu menjaga agar situasi dan kondisi yang semula tidak baik menjadi baik dan kebaikan itu bertahan lama.
4.        Fungsi developmental atau pengembangan; yakni membantu individu memlihara dan mengembangkan situasi dan kondisi yang telah baik agar tetap baik atau menjadi lebih baik sehingga tidak memungkinkannya menjadi sebab munculnya masalah
baginya.[6]
Tahap- tahap bimbingan konseling Islam
a.       Meyakinkan individu tentang hal-hal berikut (sesuai kebutuhan) seperi, posisi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, status manusia yang harus tunduk kepada Allah yang harus selalu tunduk dan patuh kepadaNya dan semua yang berkaitan dengan masalah Agama. Tugas konselor hanyalah memabantu, individu sendiri yang harus berupaya sekuat tenaga dan kemampuanya untuk hidup sesuai dengan tuntunan agama.
b.      Mendorong dan memabnatu individu memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar.
c.       Mendorong dan memabnatu individu memahami dan mengamalkan iman, islam, dan ikhsan.[7]


B.     Pengertian dakwah
Secara harfiah dakwah diartikan ajakan, panggilan, seruan, dan permohonan. Sehingga dakwah sering kali diartikan sebagai ajakan, panggilan, atau seruan yang dilakukan seseorang kepada orang lain. Menurut Drs. Hamzah Yaqub dalam bukunya “publistik Islami” memberikan pengertian dakwah dalam Islam ialah mengajak umat mengajak umat manusia dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 125 disebutkan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia kejalan Allah dengan cara yang bijaksana, nasehat yang baik serta berdebat dengan cara yang baik pula. Atas dasar inilah keberadaan aktivitas bimbingan dan konseling sangat mungkin diintegrasikan dengan aktivitas dakwah Islam, karena secara persamaan tujuan dan manfaat bisa dikatakan ada keterkaitan. Sedangkan dalam aplikasi dan metode yang sedikit berbeda, namun semua itu tidak lepas dari tujuan untuk kebaikan dan membantu manusia.[8]


Fungsi  Dakwah
 Dakwah memiliki beberapa fungsi, diantaranya:
1.      Untuk memberi penjelasan tentang upaya mentransformasikan nilai-nilai kebenaran dan memberi penjelasan mengenai ajaran islam.
2.      Memberi penjelasan tentang upaya transformasi iman ke dalam amal shaleh jama’ah.
3.      Memberi penjelasan tentang upaya membangun dan mengembalikan manusia pada fitrahnya, meluruskan tujuan hidup manusia dan menegakkan fungsi khilafah manusia menurut Al-Qur’an dan Hadits.
C.     Hubungan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dengan Dakwah
 Bimbingan dan Penyuluhan atau yang lazim disebut Bp pada mulanya lebih banyak digunakan dalam dunia pendidikan yakni ilmu bantu yang diperlukan untuk membantu siswa mengalami kesulitan belajar yang disebabkan karena faktor gangguan jiwa.            Dilingkungan Fakultas Agama Islam terutama pada jurusan-jurusan rumpunan Ilmu Dakwah. Bimbingan dan Penyuluhan Konseling Agama merupakan ilmu bantu dakwah. Ia bisa berdiri dideretan Ilmu Dakwah yakni ilmu yang membicarakan tentang bagaimana berdakwah dikalaangan mad’u yang bermasalah yaitu orang yang mengidap gangguan kejiwaan. Bentuk dakwah dalam pengertian ini obyeknya adalah orang per orang, bukan audien massa. Disis lain Bimbingan dan Penyuluhan Agama juga bisa berdiri di deretan ilmu jiwa terapan yakni Psikologi Dakwah.
            Jika Ilmu Dakwah berbicara tentang komponen-komponen dakwah, Psikologi Dakwah bertugas menyingkaap suasana batin dari perilaku manusia yang terlibat dalam proses dakwah agar da’I dapat menguraikan, meramalkan dan mengendalikan perilaku mad’u secara umum yang dengan itu dakwahnya menjadi efektif maka Bimbingan dan Konseling Agama diperlukan untuk berdakwah kepada orang-orang yang sedang mengalami problem kejiwaan yakni membantu mereka agar dapat kembali menemukan dirinya dan dengan potensi getaran imanya dapt mengatasi kesulitan uang sedang dihadapi.
            Dengan bantuan ilmu Bimbingan dan Konseling Agama para kyai guru agama dan da’I dimungkinkan untuk bekerja secara profesional dan tidak menutup kemungkinan memperkaya khazanah keilmuan dan melahirkan teori-teori baru dalam bidang Bimbingan dan Konseling.  
Bimbingan dan Konseling Islam; Sebagai disiplin ilmu yang membentuk kompetensi utama di jurusan BKI dengan ciri khas konseling religius. Dalam bingkai ilmu ini dengan metodologi penalaran istinbath, istiqra dan iqtibas didapat dasar-dasar teori BKI dari sumber pokok (al-Qur’an dan al-Sunnah), teori-teori bantu dari bimbingan dan konseling umum yang telah berkembang dan berbagai hasil riset sejauh tidak bertentangan dan sumber pokok.
Memodifikasi di sana-sini dengan sedikit disesusaikan (kalau tidak    ditambahkan) ilmu-ilmu keislaman, diberi legitimasi ayat-ayat al-Qur’an dan al-Sunnah dengan dasar teori dari bimbingan dan konseling umum yang telah ada.
Bimbingan dan konseling agama dapat di rumuskan sebagai usaha memberikan bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir batin dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya dengan menggunakan pendekatan agama yakni dengan membangkitkan kekuatan getaran batin (iman) didalam dirinya untuk mendorongnya mengatasi masalah yang dihadapinya. Sedangkan Ilmu Dakwah adalah kumpulan pengetahuan yang membahas masalah dan segala hal yang timbul atau mengemuka dalam interaksi antar unsur dari sistem dakwah agar diperoleh pengetahuan yang tepat dan benar mengenai kenyataan dakwah.
Hubungan dari kedua disiplin ilmu tersebut yaitu Bimbingan dan Penyuluhan Konseling Agama merupakan ilmu bantu dakwah. Dan juga Bimbingan dan Konseling Agama diperlukan untuk berdakwah kepada orang-orang yang sedang mengalami problem kejiwaan yakni membantu mereka agar dapat kembali menemukan dirinya dan dengan potensi getaran imanya dapt mengatasi kesulitan uang sedang dihadapi.
Dengan bantuan ilmu Bimbingan dan Konseling Agama para kyai guru agama dan da’I dimungkinkan untuk bekerja secara profesionbal dan tidak menutup kemungkinan memperkaya khazanah keilmuan dan melahirkan teori-teori baru dalam bidang Bimbingan dan Konseling.

D.    Persamaan dan Perdaan Bimbingan Konseling Agama dengan Dakwaah
1.      Sama-sama ilmu sosial, yang dihadapi manusia dengan segala perilaku dan permasalahanya menggunakan pendekatan psikologi.
2.      Sama-sama membahas karakteristik pelaku yang terlibat dalam proses konseling dakwah.
Kritria Konselor Islami:
a.       Konselor Islami hendaklah orang yang menguasai materi khususnya dalam masalah keilmuan agama Islam, sehingga pengetahuanya mencukupi dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama.
b.      Konselor Islami hendaklah orang yang mengamalkan nilai-nilai agama Islam dengan baik dan konsekuen, tercemin melalui keimanan, ketakwaan, dan pengamalan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari
c.       Konselor Islami sedapat mungkin mampu mentransfer kaidah-kaidah agama Islam secara garis besar yang relavan dengan masalah yang dihadapi klien.
d.      Konselor Islami hendaknya hendaknya menguasi metode dan strategi yang tepat dalam menyapaikan bimbingan dan konseling kepada klien, sehingga konselin dengan tulus akan menerima nasiihat konselor.
e.       Konselor Islam memiliki prbadi yang terpuji sebagai teladan dalam perilaku  baik di tempatnya bekerja maupun diluar tempat bekerja. Yaitu uswathun khasanah yang mampu menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.
f.       Konselor Islami hendaknya menguasai bidang psikologi secara integral, sehingga dalam tugasnya melaksanakan bimbingan dan konseling akan dengan mudah menyampaikan nasihat dengan pendekatan psikologi.[9]
3.      Sama-sama menggunakan Al-Qur’an dan Hadis sebagai patokan dan pedoman dalam pelaksanaanya. Salah satunya yaitu surat An-Nahl ayat 125.
4.      Perbedaanya terletak pada materinya.
Materi bimbingan konseling muncul ketika proses konseling. Dimana klien terleebih dahulu menceritakan permasalahnya kepada konselor, kemudia dicari solusi untuk menyelesaikan  permasalahan tersebut. Diantaranya yaitu:
a.       Bimbingan dan konseling bidang karier dan pekerjaan dalam Islam
b.      Bimbingan dan konseling Islami bagi pelaku menyimpang
c.       Bimbingan dan konseling bagi kenakalan remaja
Sedangkan materi dakwah sudah dipersiapkan terlibih dahulu oleh pelaku dakwah atau pelaku konseling seperti:
a.       Masalah aqidah
b.      Masalah Syariah
c.       Masalah budi pekeri/ akhlak
Konselor harus melalui pendidikan khusus, lisensi, sertifikasi, sim, memiliki pengetahuan, ketrampilan, pemahaman tentang konseling agama Islam. Sedangkan da’i siapa saja bisa berdakwah menyeru kepada amarma’ruf nahi mungkar.


PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Bimbingan dan konseling agama merupakan bantuan dari konselor untuk membantu klien membangkitkan ajaran agamanya untuk menyelesaikan segala problematika hidup yang dihadapi dengan cara-cara yang dibenarkan menurut agama dan keyakinannya. Berdasarkan pengertian diatas dapat diamati bahwa bimbingan dan konseling agama memiliki bidang garapan yang luas seluas dengan banyaknya problematika yang dihadapi manuisa.  dari rumusan diatas tampak, bahwa konseling Islami adalah aktifitas yang bersifat “membantu” dikatan membantu karena pada hakikatnya individulah yang perlu hidup sesuia tuntunan Allah (jalan yang lurus), Al-Qur`an dan sunah Rasul-Nya agar selamat dunia dan akhirat.
Hubungan dari kedua disiplin ilmu tersebut yaitu Bimbingan dan Penyuluhan Konseling Agama merupakan ilmu bantu dakwah. Dan juga Bimbingan dan Konseling Agama diperlukan untuk berdakwah kepada orang-orang yang sedang mengalami problem kejiwaan yakni membantu mereka agar dapat kembali menemukan dirinya dan dengan potensi getaran imanya dapt mengatasi kesulitan uang sedang dihadapi.
Dengan bantuan ilmu Bimbingan dan Konseling Agama para kyai guru agama dan da’I dimungkinkan untuk bekerja secara profesionbal dan tidak menutup kemungkinan memperkaya khazanah keilmuan dan melahirkan teori-teori baru dalam bidang Bimbingan dan Konseling.

B.      KRITIK DAN SARAN
Demikianlah makalah yang dapat kami paparkan. Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih membutuhkan penyempurnaan. Maka dari itu kritik dan saran kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan kami semoga makalah ini bisa memberikan banyak manfaat bagi pembaca dan pemakalah khususnya.



DAFATAR PUSTAKA
Amin, Samsul munir. 2010. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah
Yusuf, Syamsul dan Juntika Nurihsan. 2010. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offest
Sutoyo, Anwar. 2013. Bimbingan Konseling Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Prayitno, Erman Amti. 1999. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT Rineka Cipta
Syukri, Asmuni. 1983. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlash
http://ahmadhatimi.blogspot.co.id/2013­_06_01_archive.html?m=1 (tanggal 14 maret 2016, pikul 07:16 WIB)



[1]  Syamsul Yusuf dan Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offest,2010, hal.5-6

[2] Samsul munir Amin, Bimbingan dan Konseling Islam, Jakarta: Amzah, 2010, hal. 95
[3] Prayitno, Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999, hal.90

[4] Al-Qur’an Digital
[5]  Samsul munir Amin, Bimbingan dan Konseling Islam, Jakarta: Amzah, 2010, hal. 19

[6] Ema Hidayat, Optimalisasi BKI bagi PMKS (Semarang: 2013), hal 11-18
[7]  Anwar Sutoyo, Bimbingan Konseling Islami,Yogyakarta: Pustaka Pelajar: 2013, hal. 2013
[8]  Asmuni Syukri,  Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlash, 1983, hal 19

[9] Asmuni Syukri,  Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlash, 1983, hal 259

Tidak ada komentar:

Posting Komentar